Travelling Day 3 in Jogja

Hello Dear Readers,
Melanjut dari hari-hari di Jogja.. Setelah hari kedua saya dan team menyempatkan berjalan-jalan ke Candi Ratu Boko dan Candi Prambanan. Hari selanjutnya, kami memutuskan untuk pergi ke candi Borobudur dilanjutkan dengan kemah di PANTAI!

Ya, bagi saya yang merupakan anak kota, pantai adalah salah satu hal yang fantastik dan sulit sekali bagi saya untuk berada di pantai. Saya yang merupakan asli orang Palembang(Sumatera Selatan) tinggal di daerah yang tidak ada pantainya sama sekali. Kuliah di STKIP Surya Tangerang pun tidak memungkinkan saya untuk pergi ke pantai sering kali karena lokasi pantainya jauh banget dari kampus :’D. hehehe

Untuk menuju borobudur dari Jogja, kami bermaksud menyewa mobil dan bawa mobilnya sendiri ke candi Borobudur. Di antara kami ber-7, yang bisa bawa mobil sebenarnya ada 2 orang, tapi karena salah satunya tidak punya SIM, maka kami meminta temannya dari salah satu teman saya yang bisa nyetir mobil untuk ikut kami pergi.

Perjalanan kami mulai di siang hari. Seperti biasa, pagi harinya kami penuhi dengan beres-beres plus cari makan saja.

Well, kami berangkat sekitar pukul 1 dari daerah Malioboro Jogja, kemudian meluncur mencari tempat menyewa tenda(agar bisa kemah di pantai hehehe :P)

Sewa tenda ukuran standar bisa muat untuk 3 sampai 5 orang  adalah sekitar 100ribuan(harga Februari 2015). Jadi kami menyewa 2 tenda saja, satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan. Temannya teman saya yang kami ikut sertakan, namanya Arif. Kebetulan dia memiliki hobi teavelling sehingga mempunya cukup pengalaman dalam memasang tenda. Kebetulan banyak dari kami yang tidak mengerti cara memasang tenda..ehehe tapi dari pengalaman ini, saya akhirnya bisa mengerti cara memasang dan mengepak tenda dengan baik.

Lanjut setelah menyewa tenda di tempat penyewaan(saya tidak tahu nama daerahnya, tahunya ikut saja kemana sopir hendak berjalan..hihii :p), kami meluncur ke Candi Borobudur. Setiba dI Borobudur, ternyata hari sudah cukup sore, menunjukkan pukul 4 WIB. Sedangkan Candi Borobudur tutup pukul 5 Sore T.T

Karena waktunya sudah mepet, akhirnya saya dan teman-teman ambil langkah cepat masuk ke atas candi.

Yaaah bagi anda yang tidak cukup kuat fisiknya, lebih baik bersama teman saat hendak naik ke atas. Hal ini dikarenakan tangga naik ke atas candi yang ternyata curam, banyak, dan tinggi :p hehehe. Apalagi saat hujan, tangga akan menjadi sangat licin loh.

1424148848938
Sempatkan diri berfoto dengan latar Candi Borobudur ya 😀

Setiba di atas, rasanya lega sekali dan semua kelelahan naik sampai ke atas sangat terbayarkan. Pemandangannya sangat bagus dan dijamin membuat kita semakin sadar akan besar dan agungnya ciptaan-Nya. Semua terasa menakjubkan saat tiba di atas.

Bagian paling atas Candi Borobudur adalah bagian stupa, bagian yang dianggap paling suci dari semua bagian candi.

Buat kamu yang solo travelling dan lupa bawa tongsis atau alat bantu memotret lainnya, jangan takut, di atas ada banyak petugas yang akan selalu siap untuk membantu kamu berfoto ria(tapi jangan lebay yaa..kasian bapaknya :P)

Ini salah satu foto yang saya minta tolong petugas untuk mengambilkannya

IMG_20150215_165831
Karena sudah mau jam tutup, jadi sudah agak sepi dan enak kalau mau foto-foto

Setelah beberapa peringatan dari pengeras suara di sekitar candi yang menyatakan bahwa daerah Candi akan segera ditutup. Maka, saya dan teman-teman bergegas untuk turun. Seingat saya, saat turun kita tidak melewati tangga yang sama, melainkan melalui tangga lain yang mirip kecuraman dan licinnya. Di sepanjang jalan pulang menuju mobil kami yang terparkir, di kiri kanan jalan ada banyak sekali orang berjualan. Nah, kalian bisa berbelanja disini nih. Karena diburu waktu, jadi saya dan teman-teman tidak mampir atau singgah di satu toko pun.

Hari semakin sore dan kami ingin segera melanjutkan perjalanan.

Saat melakukan perjalanan yang cukup jauh menggunakan kendaraan, sebaiknya kita menyediakan lebih dari satu sopir. Kenapa? Jika ada kendala pada sopir yang satu, kita masih punya sopir cadangan. Nah, kebetulan teman kami Arif tadi kurang optimal saat mengendarai mobil saat malam hari sehingga dapat bertukar posisi dengan teman saya yang lainnya yang bisa menyetir mobil.

Perjalanan kami lanjutkan menggunakan mobil menuju pantai di kaki gunung Kidul. Daerah kaki gunung kidul memiliki banyak sekali pantai. Untuk dapat mencapai pantai, kita diharuskan melewati medal terjal naik ke gunung kidul terlebih dahulu, barulah turun menuju pantai.

Saat malam, jalanan di gunung kidul sangat gelap. Jadi jangan lupa pasang lampu kendaraan ya guys. Ditambah karena daerah ini adalah daerah gunung, maka hati-hatilah saat ada belokan, karena ada banyak belokan terjal dan curam dan gelap juga(karena malam). Untuk menjaga kondisi tetap kondusif di dalam mobil, kami selalu mengajak ngobrol sopirnya agar tidak mengantuk dan tetap fokus pada jalanan.

Mulanya kami tiba di pantai indrasari, namun saat hendak mendirikan tenda, salah satu warga datang dan meminta kami untuk pindah. Eits, santai dulu. Beliau meminta kami pindah juga karena keselamatan kami. Daerah pantai indrasari ini memang tidak dikhususkan untuk berkemah karena angin dan ombak yang cukup besar. Sehingga kami segera mengepak lagi barang kami dan berusaha mencari pantai lainnya yang bisa untuk kemah. Wups, padahal hari sudah menunjukkan pukul 11 malam loh!

Akhirnya setelah putar-putar, kami menemukan pantai Siung yang bisa kami dirikan tenda di pinggirnya.

Tidak hanya kami, ternyata juga ada sekelompok kemah lain yang berada tepat di pinggir kami. Saat tiba di pantai, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Kami segera mendirikan tenda dan membuat api unggun.

Nah, karena sudah lewat jam 12, berarti sudah masuk esok harinya yaa..

Oke, apa yang kami lakukan di pantai ? Kami lapar, dan kami makan apa malam itu? Apa yang kami lakukan dengan pantai di pagi hari?

Tunggu cerita di postingan selanjutnya ya guys..Thanks for reading 😀

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. kutukamus says:

    Baik hati wargaya ya, mau mengingatkan 🙂

    1. kennyseptia says:

      Iya, beruntung sekali kemarin itu dikasi tau sama warga disana(padahal udah malam banget itu loh), kalau nggak sudah habislah kami malam itu..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s