Presentasi dalam Power Point

Hello readers,

Kali ini saya ingin sedikit curhat dengan salah satu kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah. Mungkin sudah tidak asing lagi bagi anda mendengar istilah presentasi. Meski sudah berulang kali ada tugas dari guru untuk presentasi, namun hanya segelintir orang saja yang dapat memahami dan mengetahui teknik presentasi yang benar

Presentasi=present+tasi

Presentasi diambil dan diserap dari bahasa inggris yakni present yang artinya mempersembahkan, menyajikan, dll.Image

Dasar kata presentasi ini saja sudah menggambarkan kepada kita bahwa fungsi dari presentasi adalah mempersembahkan suatu bahan atau kajian kepada khalayak umum(pendapat pribadi). Tentu saja menyajikan dan membaca adalah TIDAK SAMA!. Kesalahan ini sering terjadi kepada banyak pelajar khususnya dalam mempresentasikan suatu kajian di depan kelas.

Sedikit curhat, dari 100% kehadiran saya dalam presentasi kelas mengenai suatu materi yang dibawakan oleh teman satu kelas(sejawat) bahwa kira-kira 90% dari semuanya menggunakan teknik membaca dalam mempersembahkan presentasi dalam bentuk power point.

POINT : Main Idea

Dari kata point dapat disimpulkan bahwa kita menampilkan poin-poin dalam slide yang dibawakan lalu mempresentasikan penjelasan atau penjabarannya. Tentu saja anda tidak inginkan bila dalam sela saat anda sedang presentasi lalu ada seseorang mengatakan “Jika anda presentasi sama dengan membaca, berikan saja slidenya, saya pulang dan bisa membacanya sendiri.” 

Maka, tampilkanlah poin dan perdalami poin-poin yang ingin anda jelaskan. 🙂
That would be much better 

Cute wallpaper = menarik?

Ada banyak persepsi yang salah dalam menggunakan latar belakang atau animasi atau gambar. Ada persepsi siswa atau bahkan mahasiswa sekalipun yang mengatakan bahwa semakin berwarna dan banyak gambar yang ditampilkan(gambar yang tidak ada kaitannya dengan konten ya :)) maka slidenya akan semakin menarik dan bagus.

Ada kadang saatnya memang bagus, ada kadangnya kita perlu refleksi dan menempatkan diri kita sendiri sebagai audience atau pembaca. Apakah slide saya terlalu banyak warna? Apakah slide saya terbaca dengan jelas? Apakah gambar pada slide terlalu banyak? Intinya, kembalikan lagi kepada anda sebagai pembuat slide dan posisikan diri anda sebagai pembaca. Jika anda sendiri sebagai pembaca slide anda merasa tidak nyaman dengan slide yang anda buat, sudah pasti orang lain pun akan merasakan hal yang sama.

Sekian dulu curhatan saya, semoga berguna bagi readers semuanya dalam meningkatkan teknik presentasinya.

Salam,

Kenny Septia

 

Sumber:

gambar : translate.google

courtesy pribadi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s